Minggu, 12 Juli 2015

Semen Indonesia, Green Industri atau Greed Industri?

Ketika mendengar perusahaan yang melakukan pertambangan, banyak sekali fikiran negatif yang muncul. Apalagi apabila daerah kita, Kecamatan kita akan didirikan sebuah pabrik yang melakukan pertambangan. Banyak masyarakat yang kontroversial dengan munculnya perusahaan tersebut.

Perusahaan yang melakukan pertambangan umumnya akan berdampak langsung terhadap lingkungan. Merusak ekosistem lingkungan dan meresahkan masyarakat. Hal tersebut terjadi  ketika penambangan tersebut hanya berprioritas terhadap profit belaka. Dan memang pantas jika penambangan tersebut diberikan stempel Greed Industri. Dengan kata lain, industri  yang penuh dengan ketamakan dan keserakahan tanpa mempedulikan lingkungan sekitar.

Salah satu pabrik PT. Semen Indonesia
Apakah Semen Indonesia termasuk perusahaan yang mendapatkan stempel  Greed Industri?

Ini Jawabannya;

Meskipun saya adalah masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Bojonegoro, Ketika kuliah di Unirow saya sering melewati pabrik Semen Gresik yang berada di Tuban. Karena saya sering pergi ke rumah teman saya yang berada di Desa Gaji Kecamatan Kerek. Sekarang, Semen Gresik merupakan bagian dari PT. Semen Indonesia.

Fikiran negatif pun muncul ketika saya melihat pabrik Semen Gresik yang sangat besar dari dekat. Perusahaan pertambangan yang sangat besar yang belum pernah saya temui ketika itu. Saya pun juga berfikir sama dengan apa yang difikirkan oleh kebanyakan masyarakat awam. Apa dampak yang terjadi terhadap lingkungan dan masyarakat?, Sampai kapan pabrik Semen Gresik melakukan pertambangan?, Pedulikah pabrik Semen Gresik terhadap kelestarian lingkungan?, dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyan yang muncul pada waktu itu.

Ketika itu (2006-2010), media informasi tidak secanggih sekarang. Saya tidak bisa mengakses dan mencari informasi yang lengkap sehingga bisa menjawab berbagai pertanyaan yang muncul dalam fikiran saya.

Hari berganti, bulan berganti, dan tahun berganti, hingga pada bulan Mei tahun 2015, saya mendapatkan informasi dari teman saya mengenai pembukaan pendaftaran WEGI 3 (Wisata Edukasi Green Industri Jilid 3). Teman saya mengatakan pendaftarannya ada di Internet. Informasi yang saya dapatkan tidak lengkap, hanya sepotong, karena pada waktu itu saya tidak banyak waktu untuk berbicara dengan teman saya. Masih banyak tugas yang harus diselesaikan

Lucunya, ketika saya mendapatkan informasi dari teman saya, Kata “Green” dalam bahasa inggris dibaca “Gren” tidak dibaca “Grin”. Kalau teman saya mengucapkan “Gren”, berarti dalam bahasa inggris tulisanya adalah “Grand”. Saya mengambil kesimpulan bahwa yang disampaikan oleh teman saya adalah Wisata Grand industry.

Setelah saya memiliki waktu luang, saya menyempatkan diri untuk membuka Mbah Google dan mengisikan kalimat “Wisata Grand Industri” pada form search.  Eng... Ing... Eng, ternyata informasi yang berkaitan dengan Wisata Grand Industri  tidak ada satupun yang muncul.

Sempat ketika itu saya mengintropeksi diri bahwa saya salah, karena tidak menanyakan informasi tersebut secara jelas dan rinci. Saya sempat berfikir bahwa apa yang saya disampaikan oleh teman saya adalah berita bohong.

Akhirnya saya sedikit memutar otak untuk mencoba merubah kalimat Wisata Grand industri. Akhirnya saya menemukan kalimat yang pas yaitu Wisata Green Industri. Akhirnya informasi mengenai Wisata Green Industri pun muncul. Setelah itu saya mendaftar dan diterima sebagai peserta WEGI jilid 3. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2015 di Pabrik Semen Gresik yang merupakan anak perusahaan PT. Semen Indonesia.

Dengan adanya kegiatan WEGI, akhirnya saya faham bahwa Semen Gresik adalah bagian dari Semen Indonesia. Dalam kegiatan tersebut selalu dikampanyekan slogan Green Industri  atau Industri hijau yang dalam aplikasinya selalu peduli terhadap lingkungan alam dan masyarakat. Slogan Green Industry tidak hanya omong kosong. Saya beserta rombongan peserta WEGI diajak langsung untuk terjun melihat kondisi riil yang ada pada pabrik Semen Gresik.

Inti dari kegiatan WEGI ada 2 sesi. Sesi pertama, peserta diberi penjelasan mengenai program-program yang telah dan akan dilaksanakan oleh semen indonesia. Sesi ini menggunakan sistim seminar. Dalam sesi ini juga terdapat sesi tanya jawab untuk menyampaikan segala hal yang mengganjal yang selama ini diketahui oleh peserta. Sesi kedua, peserta diajak keliling melihat area tambang yang sedang aktif dan area pasca tambang. Dalam sesi inilah peserta bisa melihat langsung kondisi riil area pertambangan dan bisa lebih aktif untuk bertanya pada Tour  Guide-nya WEGI.

Lahan Pasca Tambang
Dalam kegiatan tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa PT. Semen Indonesia merupakan sebuah perusahaan yang peduli lingkungan. Hal ini terbukti ketika saya melihat langsung lahan bekas tambang yang sekarang sudah menjadi hutan kembali. Meskipun pohon-pohonnya belum besar akan tetapi hal ini bisa digunakan sebagai acuan dan bukti bahwa PT. Semen Indonesia layak mendapat stempel  perusahaan Green Industri.

Setelah mengikuti kegiatan WEGI jilid 3, saya merasa bahwa apa yang saya tanyakan dalam fikiran ketika saya masih kuliah terjawab semuanya. Semasa itu saya hanya bisa bertanya-tanya saja. Akan tetapi sekarang sudah tahu realita yang sebenarnya.

Stempel Greed Industri yang dulu ada dalam fikiran saya sekarang berubah menjadi stempel Green Industri. Fikiran negatif yang muncul dalam fikiran saya maupun fikiran masyarakat awam dikarenakan adanya ketidaktahuan dan ketidakfahaman terhadap kinerja dan program-program PT. Semen Indonesia. Untuk itu sosialisasi akan menjadi solusi jitu guna untuk memberikan pencerahan terhadap masyarakat.

Perlu diingat, Pujian kadang melalaikan dan Kritikan kadang mendewasakan. Akhirnya saya berharap kepada PT. Semen Indonesia bahwa jadikan pujian ini sebagai motivasi dan jadikan kritikan untuk mencari solusi demi kemajuan dan keberlanjutan PT. Semen Indonesia.

Tak ada gading yang tak retak. Masyarakat lebih mudah mencari kesalahan dari pada menyampaikan kebaikan. Untuk itu PT. Semen Indonesia harus selalu berbenah dalam memperbaiki kekurangan-kekurangannya. Maju terus dan Sukses buat Semen Indonesia!.


Ditulis Oleh: Muchamad Nadzir,
-    Peserta Wisata Edukasi Green Indutri - Jilid 3
-    Warga masyarakat Bojonegoro yang  pernah berdomisili di Tuban pada tahun 2006 s/d 2010.